Berhijab
Wed, 7 January 2026
Penulis : admin
hijab (1)

Allah SWT telah menyampaikan di dalam kitab-Nya yang mulia dan di lebih dari satu ayat, serta Dia perintahkan penutup pada rasul dan nabi, Muhammad saw supaya memerintahkan istri-istri beliau dan juga istri orang-orang mukmin, untuk melakukan hal yang paling penting sekali. Hal yang paling penting itu adalah masalah hijab yang khusus menyangkut wanita muslimah. Allah telah berfirman :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janglah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka milikiatau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.”

Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur:31)

Allah SWT berfirman juga :

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59)

Allah SWT telah memerintahkan hijab bagi istri orang-orang yang beriman, sehingga tidak ada seorangpun yang mengklaim bahwa hijab itu hanya bagi puteri-puteri dan istri-istri Rasulullah saw.

Allah SWT sendiri telah memerintahkan wanita untuk berhijab tidak berbaur dengan laki-laki asing (bukan muhrim). Dia jadikan keteguhan wanita dalam berpegang pada hijab merupakan salah satu sebab keberuntungan dan kesuksesan didunia dan akhirat. Cukup banyak wanita muslimah yang mengerjakan shalat dan puasa, tetapi mereka meremehkan hijab dan tidak memakainya, karena setan telah menggoda mereka seraya menyesatkan mereka bahwa hal terpenting adalah mengerjakan ibadah-ibadah tersebut dan iman dengan hati saja, dan tidak pada kain yang menutup dirinya dari pandangan orang laki-laki. Bukan suatu hal yang aneh jika setan selalu melancarkan godaan, karena inilah yang di janjikan untuk dikerjakan bersama anak Adam dengan menyesatkan mereka dari jalan kebenaran, sebagaimana yang diperingkatkan Allah SWT melalui beberapa ayat Al-Qur’an.

Hal tersebut juga telah diberitahukan oleh Rosulullah saw melalui beberapa hadits mulia, bahwa setan mempergunakan kaum wanita untuk untuk memburu laki-laki dan menyesatkan mereka dari agama dan petunjuk, sehingga wanita itu lebih berbahaya bagi lak-laki, sebagaimana yang disabdakan oleh beliau,

“Tidak ada fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi orang laki-laki dari kaum wanita.”

Tetapi yang cukup mengherankan adalah penyerahan diri wanita kepada setan untuk dipergunakan dalam memburu dan menggoda para lelaki.

Allah SWT tidak memerintahkan hijab saja, tetapi Dia juga menyuruhnya untuk tidak berikhtilath (bercampur baur) dengan orang laki-laki yang bukan muhrim. Rasulullah saw sendiri juga mengingatkan orang laki-laki untuk tidak berkhulwah (menyendiri) dengan wanita asing, dimana beliau bersabda,

“ Janganlah seorang laki-laki bersama dengan seorang wanita, kecuali dengan seorang muhrim.”

Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda,

“Janganlah kalian masuk menemui wanita”

Lalu ada seorang dari kaum Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengetahui al-hamwu? Beliau menjawab “Al-hamwu (ipar) adalah kematian.”

Yang dimaksud dengan al-hamwu di sini adalah saudara suami dan kerabat dekat lainnya. Diman Islam tidak memperkenankan bagi saudara kandung suami untuk menemui saudarinya (yang berstatus sebagai istri) itu ketika dia (suaminya) tidak sedang bersamanya. Itu jelas menunjukkan bahwa berjumpa dan barbau dengan wanita asing yang suaminya tidak sedang bersamanya, lebih tidak dibolehkan. Rasulullah saw telah bersabda,

“Tidaklah seorang laki-laki berkhulwah dengan seorang perempuan, melainkan ketiganya adalah setan”

Dengan demikian, seorang wanita yang bersungguh-sungguh ingin sukses di dunia dam akhirat maka dia harus benar-benar memperhatikan masalah penting ini, serta menolak setan menjadikan dirinya sebagai fitnah yang paling berbahaya bagi para lelaki. Selain itu, di harus gigh berusaha agar namanya tidak termasuk dalam daftar nama-nama yanga ada di tangan setan sebagai satu sarana bagi setan untuk merealisasikan janjinya bagi anak Adam.

Hal itu dengan berpegang pada hijab yang sempurna dan tidak berikhtilath dengan laki-laki asing dan menghindari khulwah dengan laki-laki asing kapan pun dan dimana pun berada. Barangsiapa melakukan hal tersebut (berhijab dan tidak berihtilath) maka kesuksesan dan keberuntungan akan diperolehnya di dunia maupun di akhirat kelak, dengan seizin Alaah SWT.

Berita

Artikel Lainnya

Sambutan Ketua Komite
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Segala puji bagi Allah Swt. atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah...
Mon, 12 January 2026 | 10:21
Sambutan Pengawas Bina
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga MI Muslimin Cikadu...
Mon, 12 January 2026 | 10:11
Sambutan Kepala Seksi Pendidikan...
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kita nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan sehingga MI Muslimin...
Thu, 8 January 2026 | 1:59
Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan
Ada 3 hal yang bisa membedakan Kita dengan kebanyakan orang dalam mengukir sejarah, yaitu… inspirasi,motivasi,cerita,kisah Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan. Kemauan...
Wed, 7 January 2026 | 2:32